Libur Panjang Isra Mi’raj, KAI Catat Penjualan 546.272 Tiket Kereta Api

 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penjualan 564.272 tiket kereta api selama periode libur panjang Isra Mikraj. Tingginya angka tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat yang memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi utama selama masa liburan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pergerakan penumpang terjadi secara merata sepanjang periode libur panjang Isra Mikraj yang berlangsung pada 15–18 Januari 2026.

“Pada 15 Januari 2026 tercatat sebanyak 184.063 pelanggan, kemudian 16 Januari 2026 sebanyak 152.613 pelanggan, 17 Januari 2026 sebanyak 97.138 pelanggan, dan 18 Januari 2026 sebanyak 130.458 pelanggan,” ujar Anne Purba, Sabtu (17/1/2026).

Selama periode tersebut, KAI menyediakan total 658.754 tempat duduk untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat. Dari jumlah tersebut, tiket yang telah terjual mencapai 564.272 tiket, atau setara dengan 85,66 persen dari total kapasitas yang disediakan.

“Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi pilihan untuk bepergian selama libur panjang,” lanjut Anne.

Anne juga menjelaskan bahwa tingkat okupansi yang dalam beberapa perjalanan dapat melampaui 100 persen merupakan karakteristik operasional kereta api jarak jauh. Hal ini terjadi karena sistem perjalanan penumpang yang bersifat dinamis, di mana pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun antara stasiun keberangkatan dan tujuan akhir.

Menurutnya, satu tempat duduk dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang dalam satu hari, tergantung pada rute dan jarak perjalanan masing-masing pelanggan.

“Kondisi tersebut mencerminkan pemanfaatan kapasitas kereta api yang optimal selama periode libur panjang Isra Mikraj,” pungkasnya.


Comments

Popular posts from this blog

Memanfaatkan Tren Digital Untuk Meningkatkan Popularitas Konten

Bagaimana Platform Video Pendek Mengubah Cara Konsumsi Konten Pada Remaja

Tantangan Yang Dihadapi UMKM Serta Upaya Meningkatkan Daya Saing Usaha